Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs)
Wali Kota Bandar Lampung, Budhi Darmawan mengungkapkan, pihaknya berharap agar peta ketahanan pangan yang disusun dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai ketahanan pangan di tingkat kelurahan.
"Ada beberapa wilayah yang memerlukan perhatian khusus, seperti satu kecamatan yang masuk kategori dua dan tujuh kecamatan kategori tiga," ungkap Budhi Darmawan.
Budhi juga menyatakan, perubahan indikator dari tahun sebelumnya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan status kerentanan pangan di beberapa kelurahan.
"Jika ada perubahan dalam indikator yang digunakan, hal itu bisa menyebabkan perbedaan hasil dengan tahun lalu, namun itu justru baik karena data yang lebih akurat, akan memberikan dasar yang lebih kuat untuk perencanaan dan intervensi," tambahnya.
Sebagai langkah selanjutnya, hasil dari pemetaan ini nantinya akan dijadikan acuan untuk perbaikan ketahanan pangan di masa depan.
Pemkot Bandar Lampung akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi indikator-indikator ketahanan pangan, untuk memastikan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Budhi Darmawan menegaskan, data yang ada saat ini akan digunakan untuk merumuskan strategi pembangunan yang lebih baik, terutama untuk wilayah yang rentan terhadap krisis pangan.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
15698
EKBIS
8262
Bandar Lampung
5650
Bandar Lampung
4005
Bandar Lampung
3862
211
03-Apr-2025
230
03-Apr-2025
458
02-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia