Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Siapa yang Berhak Menulis Sejarah Lampung?
Lampungpro.co, 02-Nov-2026

Sandy 286

Share

Dosen Program Studi Produksi Media Polinela, Eling Wening Pangestu, S.I.Kom., M.A. | LAMPUNGPRO.CO/Ist

Radin Inten II, yang dalam sejumlah dokumen resmi ditulis Raden Intan II, adalah pemimpin muda perlawanan rakyat Lampung terhadap kekuasaan kolonial Belanda. Ia lahir pada 1834, meneruskan perjuangan kakeknya, Raden Intan I, dan ayahnya, Radin Imba Kusuma II. Ia gugur pada 5 Oktober 1856 ketika usianya baru 22 tahun. Pada 1986, negara menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional.

Umurnya pendek, tetapi pertanyaan yang ditinggalkannya panjang.

Bagi generasi muda, termasuk Gen Z, mengenal Radin Inten II seharusnya bukan sekadar menghafal tahun kelahiran, nama benteng, dan tanggal kematiannya. Riwayat Radin dapat menjadi latihan untuk membedakan keberanian dari kegaduhan, pangkat dari martabat, serta catatan sejarah dari sudut pandang orang yang menuliskannya.

Ia penting bukan karena masa lalu harus dipuja, melainkan karena masa kini juga dipenuhi kata-kata yang dapat menyembunyikan kekerasan, mengubah kekalahan menjadi kemenangan, dan menyulap pemaksaan seolah-olah persetujuan.

Dalam Babak II Adegan 1, Radin Inten II yang berusia 15 tahun bertanya kepada Ratu Mas, ibu kandungnya.
“Apa obat malu, Ibu?”
“Mati, anakku.”

Jawaban Ratu Mas datang setelah percakapan antara dirinya, Radin Inten II, dan Radin Bangsa Kesuma, ipar Ratu Mas sekaligus paman Radin. Mereka berbicara tentang orang-orang yang dapat makan, minum, dan tertawa di hadapan para kuli yang menderita.

Ada manusia yang hidup berkelimpahan karena merampas kehidupan orang lain. Ada pula orang-orang yang dahulu menjadi titian kaki, lalu ditinggalkan setelah kekuasaan diraih.

1 2 3 4 5 6 7 8

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mereka Turun ke Jalan

Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...

630


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved