Karena di sungai seperti ini, perubahan tidak memberi waktu untuk berpikir panjang.
Jika benar saat kejadian tidak ada petugas yang siaga, maka ini bukan sekadar musibah. Ini adalah alarm keras tentang kemungkinan kelalaian.
Lebih ironis lagi, ketika pemilik tempat wisata disebut-sebut adalah salah satu anggota DPRD Kota Bandar Lampung yang memahami fungsi pengawasan publik. Maka publik tentu berhak bertanya: jika mengelola kawasan sendiri saja lalai, bagaimana dengan tanggung jawab yang lebih besar?
Ini bukan untuk menghakimi, tetapi untuk mengingatkan.
Taman Wisata Wira Garden memang menjadi salah satu destinasi favorit di Lampung. Banyak keluarga dan anak muda datang karena daya tariknya: bisa bermain air langsung di alam. Namun justru di situlah letak tanggung jawab yang lebih besar.
Alam tidak bisa dikendalikan, tetapi risiko bisa dikelola.
Peristiwa ini harus menjadi titik balik. Bukan hanya bagi pengelola wisata, tetapi juga bagi kita semua. Bahwa keindahan alam selalu datang bersama potensi bahaya.
Berikan Komentar
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia