Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Saatnya Lampung Berani Mengubah Arah Pendidikan
Lampungpro.co, 23-Apr-2026

Admin 1589

Share

Pimpinan Media Muhammad Asyihin. Lampungpro.co/doc

Selama ini, banyak orang menganggap semakin lama anak berada di sekolah, maka semakin baik pula pendidikannya. Tapi kalau kita lihat kondisi di lapangan, kenyataannya tidak selalu begitu.

Di banyak sekolah di Lampung, siswa belajar dari pagi sampai sore, bahkan ada yang sampai pukul 15.00 atau 16.00. Masalahnya, setelah lewat tengah hari, banyak siswa sudah mulai kelelahan. Mengantuk, sulit fokus, bahkan tidak lagi semangat mengikuti pelajaran.

Guru pun sering harus mengulang materi karena siswa sudah tidak maksimal menerima pelajaran. Kalau sudah seperti ini, wajar kalau kita bertanya: apakah jam belajar yang panjang ini benar-benar efektif?

Secara kondisi tubuh, hal ini sebenarnya wajar. Sejak pagi siswa sudah berpikir dan beraktivitas. Energi mereka tentu menurun. Apalagi kalau yang diajarkan masih didominasi teori yang berat dan harus dihafal.

Padahal, dunia saat ini sudah berubah. Anak-anak tidak hanya dituntut pintar secara teori, tapi juga harus punya keterampilan, kreativitas, dan keberanian menghadapi perubahan, terutama di era teknologi yang terus berkembang.

Karena itu, sudah saatnya sistem pendidikan di Lampung mulai disesuaikan. Mungkin bukan soal menambah jam belajar, tapi justru menata ulang cara belajar.

Misalnya, pelajaran inti difokuskan sampai sekitar pukul 12.00 saat kondisi siswa masih segar. Setelah itu, waktu bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih santai tapi tetap bermanfaat.

Di sinilah kegiatan ekstrakurikuler bisa berperan besar. Olahraga, seni, hingga kegiatan berbasis teknologi seperti desain, editing, bahkan e-sport, bisa jadi wadah untuk menggali bakat siswa.

1 2 3

Berikan Komentar

Anonymous


Saat ini yg terjadi di sekolah, khususnya SMA dan SMK, justru sebaliknya. Kegiatan ekstrakurikuler "hampir mati" krn sekolah beralasan tidak ada dana. Sejak SMA dan SMK tidak lagi menarik dana komite dr orgtua siswa, para kepala sekolah memberlakukan pengetatan anggaran untuk semua kegiatan

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved